Senin, 26 Agustus 2024

KEMASAN ୨୧


┏━∪━━∪━━━━━━━━━━━━━━━┓

                  KEMASAN PRODUK !          

┗━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━┛


        Pengemasan (packaging) mencakup semua kegiatan dalam merancang dan memproduksi wadah atau pembungkus suatu produk. Dengan demikian, kemasan bukan sekadar bungkus atau wadah, melainkan juga rancangan dari kemasan produk yang berperan penting dalam penjualan. Konsumen sering kali mengambil keputusan untuk membeli suatu barang hanya karena kemasannya lebih menarik dibandingkan kemasan produk lain yang sejenis. Jadi, apabila ada produk yang sama, baik dari mutu, bentuk maupun merek yang sudah sama-sama dikenal, konsumen cenderung akan memilih produk yang kemasannya lebih menarik. Oleh karena itu, kemasan merupakan bagian yang penting dari sebuah produk sehingga harus dirancang dengan mempertimbangkan berbagai manfaat dan tujuannya.


Adapun tujuan dilakukannya pengemasan, antara lain sebagai berikut :

a. Pengemasan dilakukan untuk melindungi isi produk (protection), 

        agar terhindar dari kerusakan, kehilangan, dan berkurangnya kadar atau isi dari produk.

b. Pengemasan dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan (operating)

        produk, misalnya agar produk yang dikemas tidak tumpah atau terjatuh ketika digenggam. Dengan demikian, pengemasan juga berperan sebagai alat bantu dalam menggunakan produk, seperti produk obat nyamuk dan parfum dengan packaging khusus sehingga konsumen dapat dengan mudah menyemprotkan isinya

c. Pengemasaan dilakukan agar bermanfaat, khususnya dalam hal pemakaian ulang (reusable)

         kemasan tersebut. Sebagai contoh, kemasan dapat diisi kembali (refill), baik dengan isi produk yang sama maupun berbeda.

d. Pengemasan dilakukan untuk memberikan daya tarik (promotion) 

        jika dilihat dari aspek artistik, warna, bentuk, dan desainnya

e. Pengemasan dilakukan untuk memberikan identitas (image)

        agar produk terkesan kuat atau awet, lembut, dan mewah.

f. Pengemasan dilakukan untuk distribusi (shipping)

        agar produk mudah disusun, dihitung, dan ditangani

g. Pengemasan bertujuan memberikaninformasi (labelling) 

        yang menyangkut isi, pemakaian, dan kualitas.

h. Pengemasan ditujukan sebagai cermin inovasi produk

         yang berkaitan dengan kemajuan teknologi dan daur ulang.




Kemasan di bagi menjadi 3 tingkatan yaitu :

a. Kemasan primer




    Kemasan primer adalah kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk. Dengan kata lain, kemasan primer merupakan wadah untuk suatu produk. Kemasan primer memungkinkan produk untuk dijual secara eceran kepada konsumen. Kemasan primer biasanya terbuat dari bahan yang kedap air dan udara sehingga ketahanan atau stabilitas produk terjaga. Contohnya, kemasan berbahan plastik yang digunakan untuk mengemas berbagai makanan dan minuman, seperti mi instan, keripik, saus, dan sebagainya.

b. Kemasan sekunder




    Kemasan sekunder merupakan kemasan yang tidak bersentuhan langsung dengan produk sehingga hanya bertujuan melindungi kemasan primernya. Dengan demikian, kemasan sekunder biasanya tidak berpengaruh pada stabilitas produk karena tidak bersentuhan langsung. Contoh kemasan sekunder, yaitu kotak karton yang digunakan untuk membungkus botol obat sirup dan kaleng untuk membungkus permen yang jumlahnya banyak.

C. Kemasan pengiriman (tersier)




    Kemasan pengiriman atau kemasan tersier merupakan kemasan yang berfungsi melindungi kemasan produk, kemasan primer, dan kemasan sekunder. Kemasan pengiriman digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan. Kemasan tersier berperan dalam memastikan keamanan produk ketika diangkut dalam jumlah besar untuk dikirim dalam perjalanan yang jauh. Contohnya adalah peti kemas

Cara pengemasan atau pembungkusan yang baik akan menguntungkan perusahaan karena berbagai hal berikut :

1) Bungkus yang indah atau menarik akan meningkatkan keinginan konsumen untuk membeli produk tersebut.
2) Bungkus yang unik dan memiliki ciri khas tertentu akan memudahkan konsumen untuk mengingat produk tersebut.
3) Bungkus yang baik akan melindungi kualitas (mutu) produk.
4) Memudahkan pengangkutan (transportasi) produk.
5) Memudahkan penyimpanan dan penyusunan produk di rak pruzenstoko (showroom).

Rabu, 07 Agustus 2024

KOMPONEN ATRIBUT PRODUK

┏━∪━━∪━━━━━━━━━━━━━━━┓

 Komponen Atribut Produk

┗━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━┛

Suatu produk biasanya diikuti oleh serangkaian atribut yang mencakup beberapa hal, di antaranya sebagai berikut.



1. Kualitas Produk

Kualitas produk adalah karakteristik yang menggambarkan sejauh mana kemampuan produk tersebut untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen. 

Lebih lanjut, kualitas produk adalah suatu kondisi fisik, sifat, dan fungsi produk, baik berupa barang maupun layanan jasa yang dibuat untuk memenuhi kepuasan dan kebutuhan pelanggan. Unsur-unsur kualitas produk terbagi menjadi delapan jenis, di antaranya sebagai berikut;


a. Performance (kinerja)

Performance (kinerja) adalah karakteristik utama dari suatu produk atau dapat diartikan sebagai tampilan produk yang sebenarnya. Performance (kinerja) merupakan gambaran terkait bagaimana produk tersebut disajikan dan ditampilkan

b. Reliability (keandalan)

Reliability terkait dengan kemampuan produk untuk menarik minat dan mendapat kepercayaan pelanggan.

c. Features (keistimewaan)

Features (keistimewaan) merupakan karakter sekunder yang hadir sebagai pelengkap dalam sebuah produk. Pada waktu tertentu, performance sebuah produk mungkin akan sama dengan pesaingnya sehingga diperlukan fitur yang dapat berperan sebagai pembeda. 

d. Conformance (kesesuaian)

Conformance (kesesuaian) merupakan karakteristik yang berkaitan dengan desain suatu produk. Dari karakteristik tersebut, diperoleh hasil sesuai dengan standar yang telah disepakati sebelumnya.

e. Durability (daya tahan)

Durability (daya tahan) merupakan suatu karakteristik yang berhubungan dengan ketahanan suatu produk. Contohnya. daya tahan produk jenis makanan dan minuman biasanya dicantumkanan sebagai tanggal kadaluwarsa produk tersebut.

f. Service ability (kemampuan melayani)

Kemampuan melayani merupakan cerminan dari tanggung jawab perusahaan terhadap produknya. Layanan yang dimaksud berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, dan kenyamanan yang mampu diberikan perusahaan kepada pelanggan apabila ada keluhan terhadap produk perusahaan.

g. Esthetic (keindahan)

Keindahan sebuah produk tergambar dari bagaimana produk terlihat, terasa, tercium, dan terdengar oleh konsumen. Dengan demikian, keindahan berkaitan langsung dengan panca indra karena dapat mempresentasikan keindahan terkait rasa, warna, desain, aroma, dan lain sebagainya.

h. Perceived quolity (persepsi kualitas)

Persepsi kualitas merupakan pendapat dari pelanggan terkait keunggulan yang dimiliki keseluruhan produk.

Senin, 05 Agustus 2024

PRODUCT

┏━∪━━∪━━━━━━━━━━━━━━━┓

PRODUCT atau PRODUK

┗━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━┛



Produk adalah barang atau jasa yang dibuat dan ditambah nilai gunanya dalam proses produksi serta menjadi hasil dari produksi itu.



KONSEP :

1. Konsep Produk

Konsep produk adalah sebuah filosofi pemasaran yang menekankan konsumen akan menyukai produk-produk yang akan menawarkan dalam segi kualitas, kinerja, dan fitur terbaik.

2. Konsep Merk

Konsep merek/brand concept adalah gagasan umum dan makna abstrak yang ada dibalik sebuah merk. Konsep ini berfungsi memberikan esensi karakter, dasar, dan konsistensi. Pada sebuah merk serta mengelola identitas yang khas, baik dipasar maupun benak konsumen.



JENIS-JENIS PRODUK :

a. Produk konsumsi (consumer goods)

Produk konsumsi adalah seluruh produk yang bisa digunakan oleh konsumen tingkat akhir (end user). Contoh jenis produk konsumsi yaitu,

1) produk kebutuhan sehari-hari (convenience goods), contohnya makanan, minuman, sabun cuci, dan sampo.

2) produk belanjaan (shopping goods), adalah produk yang dibelanjakan dengan cara membandingkan suatu produk dengan produk yang lain yang setara dari segi kualitas, harga, dan lainnya.

3) produk khusus (specially goods), adalah produk yang mempunyai karakter tertentu dan biasanya mempunyai kesan mewah dan istimewa. Contohnya mobil, motor, rumah mewah.

4) produk yang tidak dicari (unsought goods), adalah produk yang sebelumnya belum diketahui oleh konsumen. Meskipun konsumen sudah mengetahuinya mereka belum tentu mereka akan membeli produk tersebut. Contohnya asuransi kesehatan, asuransi kematian, asuransi kendaraan.

b. Produk industri

Produk industri merupakan seluruh produk yang dibeli oleh produsen suatu barang atau jasa untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan baku untuk membuat produk baru. Contoh jenis produk industri yaitu,

1) Bahan baku dan suku cadang (material n parts), merupakan produk yang diperlukan untuk diolah menjadi produk baru agar memiliki manfaat lebih antaranya bahan mentah dan suku cadang. Contohnya kayu, velg, dan ban.

2) barang modal (capital items), adalah produk yang mampu memodalkan produsen dalam mengelola atau mengembangkan suatu produk serta memiliki daya tahan yang tergolong lama.

3) perlengkapan dan layanan bisnis (supplies n service), adalah layanan bisnis produk yang mampu membantu pengelolaan produk dan mempunyai daya tahan yang tergolong lama. Contohnya perlengkapan alat tulis, oli, bahan bakar, dan mesin.

 c. Produk berdasarkan wujudnya

Berdasarkan wujudnya, produk dapat dikategorikan menjadi produk barang dan produk jasa, yaitu :

1) Produk barang (Goods), adalah seluruh produk yang memiliki bentuk fisik sehingga bisa dilihat, disentuh, diraba, dan dipindahkan serta memiliki perlakukan fisik lainnya, seperti produk minuman, makanan, aksesoris, dan lain sebagainya.

2) Produk jasa (Services), adalah seluruh kegiatan yang mampu memberikan manfaat dan kepuasan kepada para pelanggannya, seperti jasa penginapan dan jasa konsultasi. 

 d. Produk berdasarkan daya tahannya

Produk berdasarkan daya tahannya, terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.

1) Barang tidak tahan lama (Nondurable goods), adalah produk yang memiliki bentuk fisik dan akan habis apabila dikonsumsi atau digunakan beberapa kali, seperti pasta gigi, sabun mandi, parfum, minyak rambut, dan sebagainya.

 2) Barang tahan lama (Durable goods) Barang tahan lama adalah suatu produk yang memiliki bentuk fisik dan bisa digunakan berulang-kali. Contohnya adalah laptop, smartphone, lemari, kulkas, meja, bangku, televisi, dan sebagainya.

 e. Tingkatan produk



Tingkatan produk merupakan cara yang digunakan produsen untuk mengklasifikasi produk berdasarkan manfaat atau kegunaanya sehingga dapat diketahui sasaran konsumennya.

Berikut penjelasan mengenai tingkatan :

1) Produk utama (core benefit), adalah produk yang mempunyai manfaat paling mendasar dari sebuah produk. Dengan kata lain, produk core benefit hanya menawarkan manfaat inti, tanpa ada manfaat lainnya. Contohnya, handphone yang digunakan untuk berkomunikasi (telepon).

 2) Produk generik (basic product), adalah produk yang memiliki fungsi paling mendasar (rancangan minimal suatu produk agar dapat berfungsi) dan sedikit tambahan manfaat yang benar- benar dibutuhkan konsumen. Contohnya, handphone yang kemudian bisa digunakan untuk berkirim pesan.

 3) Produk harapan (expected product), adalah suatu produk yang ditawarkan dengan berbagai macam atribut sehingga sesuai dengan ekspektasi konsumen. Perkiraan terkait ekspektasi tersebut diperoleh melalui berbagai pengamatan, misalnya pendapatan dan usia konsumen.

 4) Produk pelengkap (augmentedproduct), adalah produk tambahan yang berfungsi untuk mendukung core benefit dan basic product agar memiliki nilai lebih dibandingkan produk pesaing.

5) Produk potensial (potential product), adalah jenis produk yang sudah diberi tambahan nilai dan perkiraan sehingga bisa dikembangkan di masa depan. 

Podcast ✩♬ ₊˚.🎧⋆☾⋆⁺₊✧

     Podcast yang kita kenal saat ini merupakan salah satu media yang banyak digunakan oleh orang untuk menceritakan sesuatu . Melalui podca...