┏━∪━━∪━━━━━━━━━━━━━━━┓
PRODUCT atau PRODUK
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━┛
Produk adalah barang atau jasa yang dibuat dan ditambah nilai gunanya dalam proses produksi serta menjadi hasil dari produksi itu.
KONSEP :
1. Konsep Produk
Konsep produk adalah sebuah filosofi pemasaran yang menekankan konsumen akan menyukai produk-produk yang akan menawarkan dalam segi kualitas, kinerja, dan fitur terbaik.
2. Konsep Merk
Konsep merek/brand concept adalah gagasan umum dan makna abstrak yang ada dibalik sebuah merk. Konsep ini berfungsi memberikan esensi karakter, dasar, dan konsistensi. Pada sebuah merk serta mengelola identitas yang khas, baik dipasar maupun benak konsumen.
JENIS-JENIS PRODUK :
a. Produk konsumsi (consumer goods)
Produk konsumsi adalah seluruh produk yang bisa digunakan oleh konsumen tingkat akhir (end user). Contoh jenis produk konsumsi yaitu,
1) produk kebutuhan sehari-hari (convenience goods), contohnya makanan, minuman, sabun cuci, dan sampo.
2) produk belanjaan (shopping goods), adalah produk yang dibelanjakan dengan cara membandingkan suatu produk dengan produk yang lain yang setara dari segi kualitas, harga, dan lainnya.
3) produk khusus (specially goods), adalah produk yang mempunyai karakter tertentu dan biasanya mempunyai kesan mewah dan istimewa. Contohnya mobil, motor, rumah mewah.
4) produk yang tidak dicari (unsought goods), adalah produk yang sebelumnya belum diketahui oleh konsumen. Meskipun konsumen sudah mengetahuinya mereka belum tentu mereka akan membeli produk tersebut. Contohnya asuransi kesehatan, asuransi kematian, asuransi kendaraan.
b. Produk industri
Produk industri merupakan seluruh produk yang dibeli oleh produsen suatu barang atau jasa untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan baku untuk membuat produk baru. Contoh jenis produk industri yaitu,
1) Bahan baku dan suku cadang (material n parts), merupakan produk yang diperlukan untuk diolah menjadi produk baru agar memiliki manfaat lebih antaranya bahan mentah dan suku cadang. Contohnya kayu, velg, dan ban.
2) barang modal (capital items), adalah produk yang mampu memodalkan produsen dalam mengelola atau mengembangkan suatu produk serta memiliki daya tahan yang tergolong lama.
3) perlengkapan dan layanan bisnis (supplies n service), adalah layanan bisnis produk yang mampu membantu pengelolaan produk dan mempunyai daya tahan yang tergolong lama. Contohnya perlengkapan alat tulis, oli, bahan bakar, dan mesin.
c. Produk berdasarkan wujudnya
Berdasarkan wujudnya, produk dapat dikategorikan menjadi produk barang dan produk jasa, yaitu :
1) Produk barang (Goods), adalah seluruh produk yang memiliki bentuk fisik sehingga bisa dilihat, disentuh, diraba, dan dipindahkan serta memiliki perlakukan fisik lainnya, seperti produk minuman, makanan, aksesoris, dan lain sebagainya.
2) Produk jasa (Services), adalah seluruh kegiatan yang mampu memberikan manfaat dan kepuasan kepada para pelanggannya, seperti jasa penginapan dan jasa konsultasi.
d. Produk berdasarkan daya tahannya
Produk berdasarkan daya tahannya, terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.
1) Barang tidak tahan lama (Nondurable goods), adalah produk yang memiliki bentuk fisik dan akan habis apabila dikonsumsi atau digunakan beberapa kali, seperti pasta gigi, sabun mandi, parfum, minyak rambut, dan sebagainya.
2) Barang tahan lama (Durable goods) Barang tahan lama adalah suatu produk yang memiliki bentuk fisik dan bisa digunakan berulang-kali. Contohnya adalah laptop, smartphone, lemari, kulkas, meja, bangku, televisi, dan sebagainya.
e. Tingkatan produk
Tingkatan produk merupakan cara yang digunakan produsen untuk mengklasifikasi produk berdasarkan manfaat atau kegunaanya sehingga dapat diketahui sasaran konsumennya.
Berikut penjelasan mengenai tingkatan :
1) Produk utama (core benefit), adalah produk yang mempunyai manfaat paling mendasar dari sebuah produk. Dengan kata lain, produk core benefit hanya menawarkan manfaat inti, tanpa ada manfaat lainnya. Contohnya, handphone yang digunakan untuk berkomunikasi (telepon).
2) Produk generik (basic product), adalah produk yang memiliki fungsi paling mendasar (rancangan minimal suatu produk agar dapat berfungsi) dan sedikit tambahan manfaat yang benar- benar dibutuhkan konsumen. Contohnya, handphone yang kemudian bisa digunakan untuk berkirim pesan.
3) Produk harapan (expected product), adalah suatu produk yang ditawarkan dengan berbagai macam atribut sehingga sesuai dengan ekspektasi konsumen. Perkiraan terkait ekspektasi tersebut diperoleh melalui berbagai pengamatan, misalnya pendapatan dan usia konsumen.
4) Produk pelengkap (augmentedproduct), adalah produk tambahan yang berfungsi untuk mendukung core benefit dan basic product agar memiliki nilai lebih dibandingkan produk pesaing.
5) Produk potensial (potential product), adalah jenis produk yang sudah diberi tambahan nilai dan perkiraan sehingga bisa dikembangkan di masa depan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar